Perusahaan antivirus perangkat mobile
UMU mengklaim telah mendemonstrasikan
bagaimana mudahnya menginfeksi
perangkat mobile dengan malware.
Kamis (31/5/2007), UMU menggunakan
ponsel Nokia 6330 di jalanan dan pusat
perbelanjaan di Inggris. Ponsel
tersebut terbuka bagi berbagai virus
ponsel hanya dengan mengaktifkan
penerima Bluetooth atau mengunduh file
melalui fitur MMS, SMS atau e-mail.
UMU kemudian mengindentifikasi lima
tipe virus yang rata-rata menginfeksi
ponsel dalam periode 28 hari. Inilah
kelima virus ponsel yang mematikan
tersebut.
Cabir, adalah virus ponsel yang
menyebar melalui MMS dan Bluetooth.
Cabir sebenarnya tidak membahayakan
ponsel secara langsung, namun yang
harus diwaspadai adalah virus ini akan
selalu mencoba mendeteksi perangkat
lain untuk diinfeksi. Hebatnya, ia
mampu menurunkan ketahanan baterai.
CommWarrior, adalah virus kedua dengan
metode penyebaran seperti Cabir. Hanya
saja, ia mampu menghapus seluruh data.
Yang ketiga adalah Skulls. Virus ini
bisa tak sengaja diinstal oleh
pengguna. Begitu terinstal, Skulls akan
mengubah semua ikon yang ada pada
perangkat mobile dengan gambar
tengkorak dan dua tulang bersilangan.
Selain itu, semua fitur ponsel seperti
buku telepon, SMS dan media player
menjadi mati.
Virus lain bernama CardTrap yang
menyebar dengan cara hampir sama dengan
Skulls. CardTrap mampu mengganti
aplikasi ponsel. Contohnya saja,
mengganti data buku telepon dengan
salinan corrupt. Namun, virus ini
takkan lama bertahan jika pengguna
melakukan reboot ponsel.
Yang mengkhawatirkan, virus ini akan
meninggalkan installer bagi Skulls,
CommWarrior dan Cabir dalam perangkat
yang terinfeksi. Serta ikut
meluluhlantakkan komputer dengan
meninggalkan virus Windows dalam kartu
memori, sehingga saat kartu memori
terhubung dengan komputer, maka
terinfeksilah komputer tersebut.
Virus terakhir yang tak kalah
membahayakan adalah Doomed. Virus ini
menon-aktifkan beberapa aplikasi dan
mencoba mencegah ponsel melakukan
restart. Namun terkadang, virus ini
juga membuat ponsel ber-Bluetooth yang
berdekatan melakukan restart secara
otomatis.
Peter Harrison, kepala teknologi UMU
mengungkap, yang paling menakutkan dari
serangan virus ini adalah banyak orang
yang siap terinfeksi namun tak
menyadarinya. Pengawasan yang dilakukan
UMU menunjukkan ada sekitar 300 virus
yang beredar untuk smartphone.
Namun, Graham Cluley, konsultan
teknologi senior di Sophos berpendapat
bahwa permasalahan virus ponsel seperti
layaknya tetesan air saat badai petir.
Menurut Cluley, yang harus mendapat
lebih banyak perhatian lebih adalah
masalah kecerobohan dengan meninggalkan
perangkat dalam keadaan tak terlindungi
dan tak diperhatikan.
Pakar keamanan tersebut menyarankan
pada para pengguna ponsel untuk selalu
menggunakan akal sehat saat membuka
akses perangkat ke dunia luar serta
saat melakukan instalasi aplikasi yang
tak dikenal.
Selasa, 23 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






















2 komentar:
tempo hari Handphoneku pernah kena virus Caribe.sis.. but yg lain tuh ngga pernah.. info mantap neh... thx sharingnya ya
lah trus gimna dengan solusinya handphonenya ???
Posting Komentar